Home

SEMINAR KESEHATAN Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Promosi

Ikutilah...!!

Seminar Kesehatan dengan Tema "Optimalisasi Penglihatan Di Era Jaminan Kesehatan Nasional"

Selasa, 9 Juni 2015 Pukul 07.30 - 13.00 WIB

Pembicara :
1. dr. Erin Arsianti, Sp.M, M.Sc
2. dr. Rinanto Prabowo, Sp.M, M.Sc
3. dr. Rastri Paramita, Sp.M
4. Bayu Ananto, S.Kep

Fasilitas :
1. Snack
2. Makan Siang
3. Doorprize
4. Seminar kit
5. Sertifikat
SKP IDI : 6 SKP
SKP PPNI : 1 SKP

Biaya :

Perawat : Rp. 50.000,-

Dokter : Rp. 100.000,-

Informasi dan Pendaftaran :
Ibu Wuwuh : (0274) 562054 ext. 198

Hanya untuk Dokter dan Perawat

 
HUT RS MATA "Dr. YAP" Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Berita dan Kegiatan

Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Rumah Sakit Mata “Dr. YAP” yang ke- 92, Rumah Sakit Mata “Dr. YAP” membagikan kaos untuk para tukang becak di wilayah Terban dan sekitarnya. Pembagian kaos ini merupakan salah satu wujud kepedulian Rumah Sakit Mata “Dr. YAP” terhadap kawan-kawan tukang becak yang senantiasa mengantarkan penumpang yang ingin periksa di Rumah Sakit Mata “Dr. YAP”

 
PEMERIKSAAN MATA DI TK BUDI MULIA TERBAN Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Berita dan Kegiatan

Pada tanggal 6, 12, 13, 20, dan 22 Mei 2015, Rumah Sakit Mata “Dr. YAP” bekerja sama dengan TK Budi Mulia Dua Terban mengadakan pemeriksaan deteksi dini kesehatan mata kepada anak-anak TK dan Playgroup di TK Budi Mulia Dua Terban. Pemeriksaan ini diikuti oleh 107 murid TK dan 57 murid Playgroup.

Pemeriksaan tersebut dilakukan menggunakan alat canggih bernama Plus Optik X 890 yang berfungsi untuk mendeteksi kelainan refraksi pada mata khususnya anak-anak. Prosedur pemeriksaan dilakukan dengan cara anak berdiri pada jarak kurang lebih 1 (satu) meter dari pemeriksa. Alat tersebut dibuat dengan bentuk dan suara yang lucu sehingga anak-anak suka dan tidak takut saat diperiksa.

Selain pemeriksaan refraksi, anak-anak TK dan Playgroup Budi Mulia Dua Terban juga dilakukan pemeriksaan visus dan koreksi kacamata. Pemeriksaan visus dilakukan oleh perawat menggunakan E-Chart dan gambar yang mudah dipahami anak-anak, misalnya gambar mobil, sepatu, bendera, dll. Lalu dilanjutkan dengan tes buta warna menggunakan boneka warna-warni dan buku Ishihara. Tidak lupa peran dr. Rastri Paramita, Sp.M. turut memeriksa kesehatan mata anak-anak menggunakan alat bernama oftalmoskop untuk melihat apakah ada kelainan didalam bola mata.  Pemeriksaan yang berlangsung selama 5 hari itu juga diikuti oleh guru-guru TK dan Playgroup Budi Mulia Dua Terban yang ingin tahu kesehatan matanya.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapakan dapat mencegah kelainan mata serta meningkatan kesehatan mata pada anak dari usia dini.

 
STRABISMUS Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Artikel Kesehatan Mata

Apa itu STRABISMUS ??

Strabismus atau mata juling adalah suatu kondisi dimana kedua mata tampak tidak searah atau memandang pada dua titik yang berbeda.

Dalam keadaan normal, kedua mata kita bekerja sama dalam memandang suatu obyek. Otak akan memadukan kedua gambar yang dilihat oleh kedua mata tersebut menjadi satu gambaran tiga dimensi yang memberikan persepsi jarak, ukuran dan kedalaman (depth perception).

Ada beberapa jenis strabismus yang bisa kita amati langsung dengan meminta pasien memandang lurus ke depan. Ketika satu mata memandang lurus ke depan maka mata sebelahnya dapat saja memandang ke dalam (esotropia), ke luar (exotropia), ke bawah (hipotropia) atau ke atas (hipertropia). Ini terjadi sekitar 2% pada anak-anak baik laki-laki maupun perempuan.

Kenapa Mata Juling Menjadi Masalah?
Ketika kedua mata memandang tidak searah maka akan ada dua gambar yang dikirim ke otak. Pada orang dewasa hal ini menyebabkan timbulnya penglihatan ganda. Pada anak kecil, otak belajar untuk tidak menghiraukan gambaran dari mata yang tidak searah dan hanya melihat dengan menggunakan mata yang normal. Anak kemudian kehilangan persepsi jarak, ukuran dan kedalaman.

Bayi dengan strabismus yang berusia enam bulan atau lebih harus dibawa ke dokter spesialis mata anak-anak/pediatrik untuk menghindari resiko terjadinya ambliopia (menurunnya fungsi penglihatan pada satu atau kedua mata).

Penyebab STRABISMUS


Strabismus dapat disebabkan oleh ketidak-seimbangan tarikan otot yang mengendalikan pergerakan mata, kelumpuhan otot, gangguan persyarafan atau kelainan refraksi yang tidak dikoreksi.
Anak-anak yang dilahirkan dari keluarga yang mempunyai riwayat strabismus dalam keluarganya beresiko tinggi menderita strabismus juga.
Seorang dokter spesialis mata anak/pediatrik dapat menentukan sifat strabismus tersebut dan dapat merekomendasikan penanganan yang terbaik.

Bagaimana Mengenali Strabismus?


Sebuah tanda nyata adanya strabismus adalah sebelah mata tidak lurus atau tidak terlihat memandang ke arah yang sama seperti mata sebelahnya. Kadang-kadang anak-anak akan memicingkan/menutup sebelah matanya saat terkena sinar matahari yang terang atau memiringkan kepala mereka agar dapat menggunakan kedua matanya sekaligus.
Anak-anak yang menderita strabismus sejak lahir atau segera sesudahnya, tidak banyak mengeluhkan adanya pandangan ganda. Tetapi anak-anak yang mengeluhkan adanya pandangan ganda harus diperiksa dokter spesialis mata anak dengan seksama. Semua anak seharusnya diperiksa oleh dokter spesialis mata anak sejak dini terutama bila dalam keluarganya ada yang menderita strabismus atau ambliopia.

Bayi dan anak kecil seringkali terlihat juling. Hal ini dapat disebabkan oleh bentuk hidung yang lebar dan rata dengan lipatan kulit kelopak mata yang lebar sehingga membuat mata seakan terlihat tidak searah. Gejala strabismus semu ini akan hilang pada saat anak semakin besar. Seorang dokter spesialis mata anak dapat menjelaskan perbedaan strabismus semu dan strabismus yang sebenarnya.

Penanganan STRABISMUS


Penanganan strabismus dimaksudkan untuk melindungi fungsi penglihatan dan meluruskan mata. Semua penanganan ini dapat ditentukan oleh dokter spesialis mata sesudah memeriksa mata anak tersebut.
Jika strabismus disebabkan oleh kelainan refraksi, menggunakan kaca mata untuk menormalkan penglihatan dapat memperbaiki posisi mata.

Penutup Mata
Jika anak menderita strabismus dengan ambliopia, dokter akan merekomendasikan untuk melatih mata yang lemah dengan cara menutup mata yang normal dengan plester mata khusus (eye patch). Penggunaan plester mata harus dilakukan sedini mungkin dan mengikuti petunjuk dokter. Sesudah berusia 8 tahun biasanya dianggap terlambat karena penglihatan yang terbaik berkembang sebelum usia 8 tahun. Anak akan memerlukan kunjungan ke dokter spesialis mata secara berkala untuk mengetahui apakah penglihatan binokuler-nya sudah terbentuk seutuhnya. Penutup mata tidak meluruskan mata secara kosmetik.

Operasi
Operasi otot yang mengontrol pergerakan mata sering dilakukan agar mata kelihatan lurus. Kadang-kadang sebelum tindakan operasi, anak diberi kaca mata atau penutup mata untuk mendapatkan penglihatan yang terbaik. Anak akan memerlukan kunjungan ke dokter spesialis mata sesudah operasi untuk mengetahui perkembangan dan melanjutkan perawatan. Kadangkala untuk mendapatkan hasil yang lebih sempurna diperlukan lebih dari satu kali tindakan operasi.

Informasi ini hanya untuk gambaran umum. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi dokter spesialis mata kami. RS Mata "Dr. Yap" Jl. Cik Di Tiro No.5, Telp. (0274) 547 448, 562054.

 
PEMBERITAHUAN Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Berita dan Kegiatan

Pada hari Sabtu, 17 Januari 2014 pukul 14.00 WIB, Humas Rumah Sakit Mata “Dr. Yap” mendapat laporan dari Bapak Joko Susilo bahwa didaerahnya Nanggulan, Kulon Progo dilakukan kegiatan Deteksi Dini Mata oleh sekelompok oknum yang mengatasnamakan Rumah Sakit Mata “Dr. Yap”. Dalam kegiatan tersebut masyarakat diminta membayar biaya kaca mata sebesar 400.000,00 dan sebagian besar masyarakat ada yang tertipu. Dari kasus tersebut, kami menghimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati terhadap modus penipuan yang mencari untung semata dengan mengatasnamakan Rumah Sakit Mata “Dr. Yap”

Kami sampaikan  bahwa Rumah Sakit Mata “Dr. Yap” tidak pernah memungut biaya sepeser pun dalam kegiatan Bhakti Sosial Rumah Sakit yang diselenggarakan dalam bentuk apapun, khususnya kegiatan deteksi dini mata pada anak sekolah dasar, baik dalam kegiatan pelatihan maupun pemeriksaan. Jika ada pihak-pihak/oknum-oknum yang mengatasnamakan Rumah Sakit Mata “Dr. Yap” dalam kegiatan tersebut terlebih bermaksud untuk memeras, membayar, meminta biaya kegiatan, kami meminta masyarakat untuk segera melaporkannnya saat itu juga ke bagian Humas Rumah Sakit Mata “Dr. Yap” Yogyakarta dengan nomor (0274) 562054, ext.202 untuk kami tindak lanjuti. Atas perhatian dan kerjasama masyarakat kami sampaikan terima kasih.

 
KONJUNGTIVITIS Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Artikel Kesehatan Mata

KONJUNGTIVITIS

Konjungtivitis adalah suatu peradangan atau infeksi selaput transparan yang berada di permukaan dalam kelopak mata dan yang mengelilingi bola mata bagian luar. Bila pembuluh darah halus yang berada dalam konjunctiva meradang, maka pembuluh darah ini akan nampak. Itulah sebabnya mengapa bola mata yang berwarna putih menunjukkan warna merah (mata merah). Meskipun mata merah ini mengalami iritasi, hal ini jarang mempengaruhi penglihatan. Pengobatan yang diberikan dapat menghilangkan rasa tidak nyaman pada mata merah ini. Oleh karena mata merah ini dapat menular kepada mata orang lain, maka diagnosis dini dan pengobatan dapat mengurangi penyebaran mata merah. Mata merah dapat disebabkan oleh adanya infeksi dengan virus, bakteri, zat kimia, benda asing atau reaksi alergi. Orang yang memakai lensa kontak harus berhenti memakainya segera setelah menunjukkan  gejala awal mata merah ini.

GEJALA

Mata merah memperlihatkan adanya:

  1. Kemerahan pada satu mata atau kedua mata;
  2. Rasa gatal pada satu mata atau kedua mata;
  3. Rasa mengganjal pada satu mata atau kedua mata;
  4. Pengeluaran kotoran mata dari satu mata atau kedua mata yang dapat membentuk kerak pada malam hari sehingga pada pagi pagi hari kelopak mata tidak dapat dibuka;
  5. Pengeluaran air mata;
  6. Reflex pupil (anak mata) masih normal;
  7. Ketajaman penglihatan masih normal.

 

Mata merah harus segera diobati. Mata merah dapat menular kepada orang lain selama 2 minggu setelah dimulai adanya gejala-gejala. Diagnosis dini dan pengobatan secepatnya dapat melindungi penularan terhadap orang lain.

PENYEBAB

Penyebab mata merah adalah:

  • Virus,
  • Bakteri,
  • Alergi,
  • Zat Kimia,
  • Benda asing,
  • Saluran air mata yang tersumbat (pada bayi baru lahir).

 

Konjungtivitis yang disebabkan oleh virus dan bakteri dapat menyerang satu atau dua mata sekaligus. Konjungtivitis virus biasanya menghasilkan kotoran mata yang berbentuk cair. Konjungtivitis bakteri sering menghasilkan kotoran mata yang lebih kental dan berwarna kuning kehijauan.

Kedua jenis konjungtivitis ini dapat terjadi bersamaan dengan flu atau dengan gejala saluran pennafasan, seperti nyeri tenggorokan. Kedua konjungtivitis ini sangat menular. Penyakit ini menyebar secara langsung atau tidak langsung setelah bersentuhan dengan kotoran mata penderita. Penyakit ini dapat menyerang segala usia, baik anak-anak maupun dewasa. Namun konjungtivitis bakteri lebih sering terjadi pada penderita anak-anak.

Konjuntivitis yang disebabkan oleh alergi dapat mengenai kedua mata sebagai respon adanya reaksi alergi terhadap serbuk sari bunga. Sebagai respon terhadap benda penyebab alergi (alergen), tubuh akan membentuk zat kekebalan (antibodi) yang disebut sebagai Imunoglobulin E (IgE). Zat kekebalan ini akan merangsang sel yang ada dalam selaput lendir mata dan saluran nafas untuk melepaskan zat penyebab peradangan termasuk zat Histamin.

Bila terdapat keadaan konjungtivitis alergi, maka akan timbul gejala rasa gatal, pengeluaran air mata, mata yang meradang, bersin dan hidung berlendir pada penderita. Pada umumnya, konjungtivitis alergi dapat diatasi dengan pemberian obat tetes mata yang mengandung obat anti alergi.

Bagi konjungtivitis akibat iritasi, biasanya disebabkan oleh zat kimia atau benda asing (debu, dan lain-lain). Usaha untuk membersihkan benda asing atau zat kimia ini menyebabkan mata menjadi merah dan mengalami iritasi. Keadaan ini memberikan gejala pengeluaran air mata, yang biasanya akan berhenti dengan sendirinya dalam waktu 1 hari.

Faktor-faktor resiko terjadinya konjungtivitis, antara lain:

  1. Bersentuhan dengan benda yang menyebabkan alergi;
  2. Bersentuhan dengan penderita konjungtivitis virus dan bakteri;
  3. Mengunakan lensa kontak, sehingga mata dapat memberikan reaksi peradangan mata.

 

PENGOBATAN

Anjuran yang mesti dilakukan sebelum berobat ke dokter:

  1. Stop menggunakan lensa kontak;
  2. Cuci tangan sesering mungkin untuk mengurangi kemungkinan penularan kepada orang lain;
  3. Jangan meminjamkan handuk kepada orang lain.

 

Pengobatan Konjungtivitis Virus

Tidak ada obat khusus untuk mengatasi keadaan ini. Penyakit ini sering dimulai dari satu mata dan menyebar ke mata yang lain dalam beberapa hari. Penyakit ini dapat sembuh dengan sendirinya secara berangsur-angsur. Pemberian obat anti virus mungkin diberikan oleh dokter bila ternyata diketahui penyakit ini disebabkan oleh Herpes zoster virus.

Pengobatan Konjungtivitis Bakteri

Bila penyakit ini disebabkan oleh bakteri, maka dokter akan memberikan pengobatan tetes mata yang mengandung antibiotika. Infeksi akan sembuh dalam beberapa hari. Salep mata antibiotika biasanya diberikan untuk penderita anak-anak. Pemberian Salep mata lebih mudah diberikan kepada anak-anak dari pada pemberian tetes mata. Meskipun demikian, pemberian salep mata akan membuat penglihatan kabur selama 20 menit setelah diberikan.

Pengobatan Konjungtivitis Zat Kimia

Keadaan ini diatasi dengan  pencucian pada larutan larutan ringer laktat atau cairan Garam fisiologis (NaCl 0,8%). Luka karena zat kimia, terutama akibat bahan Alkali, merupakan keadaan gawat darurat karena dapat menimbulkan kecacatan mata dan kerusakan di dalam bola mata. Penderita dengan konjungtivitis zat kimia ini tidak boleh menyentuh mata yang sakit karena dikhawatirkan dapat menyebar ke mata yang lainnya.

Pengobatan Konjungtivitis Alergi

Pada keadaan ini, dapat diberikan bermacam obat untuk mengatasi keadaan alergi penderita, termasuk pemberian obat seperti tablet Anti Histamin, obat untuk mengatasi kedaan peradangan seperti Decongestan, obat steroid dan tetes mata yang mengandung anti peradangan. Penyakit dapat diredakan dengan menghindari penyebab keadaan alergi, bila memungkinkan dan diketahui penyebabnya.

Untuk mengurangi gejala konjungtivitis, ada beberapa hal yang dapat dilakukan di rumah, seperti:

  1. Berikan kompres kepada mata dengan menggunakan kain bersih yang telah dibasahi dengan air bersih. Bila terdapat mata merah pada satu mata, jangan pergunakan kain itu untuk mengompres mata yang lainnya. Hal ini perlu dilakukan untuk mengurangi resiko penyebaran mata merah.
  2. Cobalah obat tetes mata. Obat tetes mata yang dijual di toko farmasi (yang disebut tetes mata buatan) dapat mengurangi gejala mata merah. Beberapa tetes mata mengandung Anti histamin atau zat lain yang dapat membantu keadaan konjungtivitis akibat alergi.
  3. Hentikan penggunaan lensa kontak. Bila menggunakan lensa kontak, maka berhentilah dahulu memakainya sebelum mata terasa nyaman kembali. Waktu yang diperlukan untuk melepas lensa konak ini tergantung dari penyebab konjungtivitis yang diderita.

 

Untuk menghindari penyebaran konjungtivitis, perlu dilakukan tindakan seperti:

  1. Jangan menyentuh mata dengan tangan;
  2. Cuci tangan seserring mungkin;
  3. Gunakan handuk dan kain pembersih muka yang bersih setiap hari;
  4. Jangan meminjamkan handuk atau kain pembersih muka;
  5. Gantilah sarung bantal lebih sering;
  6. Jangan menggunakan kosmetik untuk mata, misalnya mascara;
  7. Jangan meminjamkan kosmetik untuk mata atau peralatan mata pribadi kepada orang lain.

 

Pencegahan konjungtivitis pada bayi baru lahir juga perlu dilakukan. Mata bayi yang baru lahir sangat peka terhadap bakteri yang secara normal berada di dalam jalan lahir Ibu. Bakteri ini tidak menyebabkan gangguan kepada Ibu. Pada keadaan yang jarang terjadi, bakteri ini dapat menyebabkan konjungtivitis yang disebut sebagai Ophthalmia neonatorum, yang membutuhkan pengobatan dengan segera. Oleh karena itu, segera setelah dilahirkan, mata bayi diberikan salep mata Antibiotika untuk mencegah infeksi mata.

 
KONJUNGTIVITIS Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Artikel Kesehatan Mata

Konjungtivitis adalah suatu peradangan atau infeksi selaput transparan yang berada di permukaan dalam kelopak mata dan yang mengelilingi bola mata bagian luar. Bila pembuluh darah halus yang berada dalam konjunctiva meradang, maka pembuluh darah ini akan nampak. Itulah sebabnya mengapa bola mata yang berwarna putih menunjukkan warna merah (mata merah). Meskipun mata merah ini mengalami iritasi, hal ini jarang mempengaruhi penglihatan. Pengobatan yang diberikan dapat menghilangkan rasa tidak nyaman pada mata merah ini. Oleh karena mata merah ini dapat menular kepada mata orang lain, maka diagnosis dini dan pengobatan dapat mengurangi penyebaran mata merah. Mata merah dapat disebabkan oleh adanya infeksi dengan virus, bakteri, zat kimia, benda asing atau reaksi alergi. Orang yang memakai lensa kontak harus berhenti memakainya segera setelah menunjukkan  gejala awal mata merah ini.

GEJALA

Mata merah memperlihatkan adanya:

  1. Kemerahan pada satu mata atau kedua mata;
  2. Rasa gatal pada satu mata atau kedua mata;
  3. Rasa mengganjal pada satu mata atau kedua mata;
  4. Pengeluaran kotoran mata dari satu mata atau kedua mata yang dapat membentuk kerak pada malam hari sehingga pada pagi pagi hari kelopak mata tidak dapat dibuka;
  5. Pengeluaran air mata;
  6. Reflex pupil (anak mata) masih normal;
  7. Ketajaman penglihatan masih normal.

 

Mata merah harus segera diobati. Mata merah dapat menular kepada orang lain selama 2 minggu setelah dimulai adanya gejala-gejala. Diagnosis dini dan pengobatan secepatnya dapat melindungi penularan terhadap orang lain.

PENYEBAB

Penyebab mata merah adalah:

  • Virus,
  • Bakteri,
  • Alergi,
  • Zat Kimia,
  • Benda asing,
  • Saluran air mata yang tersumbat (pada bayi baru lahir).

 

Konjungtivitis yang disebabkan oleh virus dan bakteri dapat menyerang satu atau dua mata sekaligus. Konjungtivitis virus biasanya menghasilkan kotoran mata yang berbentuk cair. Konjungtivitis bakteri sering menghasilkan kotoran mata yang lebih kental dan berwarna kuning kehijauan.

Kedua jenis konjungtivitis ini dapat terjadi bersamaan dengan flu atau dengan gejala saluran pennafasan, seperti nyeri tenggorokan. Kedua konjungtivitis ini sangat menular. Penyakit ini menyebar secara langsung atau tidak langsung setelah bersentuhan dengan kotoran mata penderita. Penyakit ini dapat menyerang segala usia, baik anak-anak maupun dewasa. Namun konjungtivitis bakteri lebih sering terjadi pada penderita anak-anak.

Konjuntivitis yang disebabkan oleh alergi dapat mengenai kedua mata sebagai respon adanya reaksi alergi terhadap serbuk sari bunga. Sebagai respon terhadap benda penyebab alergi (alergen), tubuh akan membentuk zat kekebalan (antibodi) yang disebut sebagai Imunoglobulin E (IgE). Zat kekebalan ini akan merangsang sel yang ada dalam selaput lendir mata dan saluran nafas untuk melepaskan zat penyebab peradangan termasuk zat Histamin.

Bila terdapat keadaan konjungtivitis alergi, maka akan timbul gejala rasa gatal, pengeluaran air mata, mata yang meradang, bersin dan hidung berlendir pada penderita. Pada umumnya, konjungtivitis alergi dapat diatasi dengan pemberian obat tetes mata yang mengandung obat anti alergi.

Bagi konjungtivitis akibat iritasi, biasanya disebabkan oleh zat kimia atau benda asing (debu, dan lain-lain). Usaha untuk membersihkan benda asing atau zat kimia ini menyebabkan mata menjadi merah dan mengalami iritasi. Keadaan ini memberikan gejala pengeluaran air mata, yang biasanya akan berhenti dengan sendirinya dalam waktu 1 hari.

Faktor-faktor resiko terjadinya konjungtivitis, antara lain:

  1. Bersentuhan dengan benda yang menyebabkan alergi;
  2. Bersentuhan dengan penderita konjungtivitis virus dan bakteri;
  3. Mengunakan lensa kontak, sehingga mata dapat memberikan reaksi peradangan mata.

 

PENGOBATAN

Anjuran yang mesti dilakukan sebelum berobat ke dokter:

  1. Stop menggunakan lensa kontak;
  2. Cuci tangan sesering mungkin untuk mengurangi kemungkinan penularan kepada orang lain;
  3. Jangan meminjamkan handuk kepada orang lain.

 

Pengobatan Konjungtivitis Virus

Tidak ada obat khusus untuk mengatasi keadaan ini. Penyakit ini sering dimulai dari satu mata dan menyebar ke mata yang lain dalam beberapa hari. Penyakit ini dapat sembuh dengan sendirinya secara berangsur-angsur. Pemberian obat anti virus mungkin diberikan oleh dokter bila ternyata diketahui penyakit ini disebabkan oleh Herpes zoster virus.

Pengobatan Konjungtivitis Bakteri

Bila penyakit ini disebabkan oleh bakteri, maka dokter akan memberikan pengobatan tetes mata yang mengandung antibiotika. Infeksi akan sembuh dalam beberapa hari. Salep mata antibiotika biasanya diberikan untuk penderita anak-anak. Pemberian Salep mata lebih mudah diberikan kepada anak-anak dari pada pemberian tetes mata. Meskipun demikian, pemberian salep mata akan membuat penglihatan kabur selama 20 menit setelah diberikan.

Pengobatan Konjungtivitis Zat Kimia

Keadaan ini diatasi dengan  pencucian pada larutan larutan ringer laktat atau cairan Garam fisiologis (NaCl 0,8%). Luka karena zat kimia, terutama akibat bahan Alkali, merupakan keadaan gawat darurat karena dapat menimbulkan kecacatan mata dan kerusakan di dalam bola mata. Penderita dengan konjungtivitis zat kimia ini tidak boleh menyentuh mata yang sakit karena dikhawatirkan dapat menyebar ke mata yang lainnya.

Pengobatan Konjungtivitis Alergi

Pada keadaan ini, dapat diberikan bermacam obat untuk mengatasi keadaan alergi penderita, termasuk pemberian obat seperti tablet Anti Histamin, obat untuk mengatasi kedaan peradangan seperti Decongestan, obat steroid dan tetes mata yang mengandung anti peradangan. Penyakit dapat diredakan dengan menghindari penyebab keadaan alergi, bila memungkinkan dan diketahui penyebabnya.

Untuk mengurangi gejala konjungtivitis, ada beberapa hal yang dapat dilakukan di rumah, seperti:

  1. Berikan kompres kepada mata dengan menggunakan kain bersih yang telah dibasahi dengan air bersih. Bila terdapat mata merah pada satu mata, jangan pergunakan kain itu untuk mengompres mata yang lainnya. Hal ini perlu dilakukan untuk mengurangi resiko penyebaran mata merah.
  2. Cobalah obat tetes mata. Obat tetes mata yang dijual di toko farmasi (yang disebut tetes mata buatan) dapat mengurangi gejala mata merah. Beberapa tetes mata mengandung Anti histamin atau zat lain yang dapat membantu keadaan konjungtivitis akibat alergi.
  3. Hentikan penggunaan lensa kontak. Bila menggunakan lensa kontak, maka berhentilah dahulu memakainya sebelum mata terasa nyaman kembali. Waktu yang diperlukan untuk melepas lensa konak ini tergantung dari penyebab konjungtivitis yang diderita.

 

Untuk menghindari penyebaran konjungtivitis, perlu dilakukan tindakan seperti:

  1. Jangan menyentuh mata dengan tangan;
  2. Cuci tangan seserring mungkin;
  3. Gunakan handuk dan kain pembersih muka yang bersih setiap hari;
  4. Jangan meminjamkan handuk atau kain pembersih muka;
  5. Gantilah sarung bantal lebih sering;
  6. Jangan menggunakan kosmetik untuk mata, misalnya mascara;
  7. Jangan meminjamkan kosmetik untuk mata atau peralatan mata pribadi kepada orang lain.

 

Pencegahan konjungtivitis pada bayi baru lahir juga perlu dilakukan. Mata bayi yang baru lahir sangat peka terhadap bakteri yang secara normal berada di dalam jalan lahir Ibu. Bakteri ini tidak menyebabkan gangguan kepada Ibu. Pada keadaan yang jarang terjadi, bakteri ini dapat menyebabkan konjungtivitis yang disebut sebagai Ophthalmia neonatorum, yang membutuhkan pengobatan dengan segera. Oleh karena itu, segera setelah dilahirkan, mata bayi diberikan salep mata Antibiotika untuk mencegah infeksi mata.

 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Selanjutnya > Akhir >>

Hasil 1 - 7 dari 154
Advertisement
Advertisement
Konsultasi
Komentar Pengunjung
Komentar terbaru dari pengunjung :
Kornea dan Infeksi Mata Luar (380 komentar) Friday, 31 July 2015
Retina dan Vitreus (558 komentar) Friday, 31 July 2015
PELATIHAN KOMUNIKASI TERAUPETIK (3 komentar) Tuesday, 28 July 2015
Jogja Lasik Center (734 komentar) Friday, 24 July 2015
Lensa Kontak (182 komentar) Sunday, 19 July 2015
Medical Check Up (213 komentar) Tuesday, 14 July 2015
Bedah Plastik dan Rekonstruksi (290 komentar) Saturday, 11 July 2015
Survei
Bagaimanakah kualitas pelayanan RS Yap?
 
Newsfeed
© 2015 Rumah Sakit Mata Dr. Yap
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.