Home

Jumlah Pengunjung

PEMBERITAHUAN Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Berita dan Kegiatan

Pada hari Sabtu, 17 Januari 2014 pukul 14.00 WIB, Humas Rumah Sakit Mata “Dr. Yap” mendapat laporan dari Bapak Joko Susilo bahwa didaerahnya Nanggulan, Kulon Progo dilakukan kegiatan Deteksi Dini Mata oleh sekelompok oknum yang mengatasnamakan Rumah Sakit Mata “Dr. Yap”. Dalam kegiatan tersebut masyarakat diminta membayar biaya kaca mata sebesar 400.000,00 dan sebagian besar masyarakat ada yang tertipu. Dari kasus tersebut, kami menghimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati terhadap modus penipuan yang mencari untung semata dengan mengatasnamakan Rumah Sakit Mata “Dr. Yap”

Kami sampaikan  bahwa Rumah Sakit Mata “Dr. Yap” tidak pernah memungut biaya sepeser pun dalam kegiatan Bhakti Sosial Rumah Sakit yang diselenggarakan dalam bentuk apapun, khususnya kegiatan deteksi dini mata pada anak sekolah dasar, baik dalam kegiatan pelatihan maupun pemeriksaan. Jika ada pihak-pihak/oknum-oknum yang mengatasnamakan Rumah Sakit Mata “Dr. Yap” dalam kegiatan tersebut terlebih bermaksud untuk memeras, membayar, meminta biaya kegiatan, kami meminta masyarakat untuk segera melaporkannnya saat itu juga ke bagian Humas Rumah Sakit Mata “Dr. Yap” Yogyakarta dengan nomor (0274) 562054, ext.202 untuk kami tindak lanjuti. Atas perhatian dan kerjasama masyarakat kami sampaikan terima kasih.

 
KONJUNGTIVITIS Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Artikel Kesehatan Mata

KONJUNGTIVITIS

Konjungtivitis adalah suatu peradangan atau infeksi selaput transparan yang berada di permukaan dalam kelopak mata dan yang mengelilingi bola mata bagian luar. Bila pembuluh darah halus yang berada dalam konjunctiva meradang, maka pembuluh darah ini akan nampak. Itulah sebabnya mengapa bola mata yang berwarna putih menunjukkan warna merah (mata merah). Meskipun mata merah ini mengalami iritasi, hal ini jarang mempengaruhi penglihatan. Pengobatan yang diberikan dapat menghilangkan rasa tidak nyaman pada mata merah ini. Oleh karena mata merah ini dapat menular kepada mata orang lain, maka diagnosis dini dan pengobatan dapat mengurangi penyebaran mata merah. Mata merah dapat disebabkan oleh adanya infeksi dengan virus, bakteri, zat kimia, benda asing atau reaksi alergi. Orang yang memakai lensa kontak harus berhenti memakainya segera setelah menunjukkan  gejala awal mata merah ini.

GEJALA

Mata merah memperlihatkan adanya:

  1. Kemerahan pada satu mata atau kedua mata;
  2. Rasa gatal pada satu mata atau kedua mata;
  3. Rasa mengganjal pada satu mata atau kedua mata;
  4. Pengeluaran kotoran mata dari satu mata atau kedua mata yang dapat membentuk kerak pada malam hari sehingga pada pagi pagi hari kelopak mata tidak dapat dibuka;
  5. Pengeluaran air mata;
  6. Reflex pupil (anak mata) masih normal;
  7. Ketajaman penglihatan masih normal.

 

Mata merah harus segera diobati. Mata merah dapat menular kepada orang lain selama 2 minggu setelah dimulai adanya gejala-gejala. Diagnosis dini dan pengobatan secepatnya dapat melindungi penularan terhadap orang lain.

PENYEBAB

Penyebab mata merah adalah:

  • Virus,
  • Bakteri,
  • Alergi,
  • Zat Kimia,
  • Benda asing,
  • Saluran air mata yang tersumbat (pada bayi baru lahir).

 

Konjungtivitis yang disebabkan oleh virus dan bakteri dapat menyerang satu atau dua mata sekaligus. Konjungtivitis virus biasanya menghasilkan kotoran mata yang berbentuk cair. Konjungtivitis bakteri sering menghasilkan kotoran mata yang lebih kental dan berwarna kuning kehijauan.

Kedua jenis konjungtivitis ini dapat terjadi bersamaan dengan flu atau dengan gejala saluran pennafasan, seperti nyeri tenggorokan. Kedua konjungtivitis ini sangat menular. Penyakit ini menyebar secara langsung atau tidak langsung setelah bersentuhan dengan kotoran mata penderita. Penyakit ini dapat menyerang segala usia, baik anak-anak maupun dewasa. Namun konjungtivitis bakteri lebih sering terjadi pada penderita anak-anak.

Konjuntivitis yang disebabkan oleh alergi dapat mengenai kedua mata sebagai respon adanya reaksi alergi terhadap serbuk sari bunga. Sebagai respon terhadap benda penyebab alergi (alergen), tubuh akan membentuk zat kekebalan (antibodi) yang disebut sebagai Imunoglobulin E (IgE). Zat kekebalan ini akan merangsang sel yang ada dalam selaput lendir mata dan saluran nafas untuk melepaskan zat penyebab peradangan termasuk zat Histamin.

Bila terdapat keadaan konjungtivitis alergi, maka akan timbul gejala rasa gatal, pengeluaran air mata, mata yang meradang, bersin dan hidung berlendir pada penderita. Pada umumnya, konjungtivitis alergi dapat diatasi dengan pemberian obat tetes mata yang mengandung obat anti alergi.

Bagi konjungtivitis akibat iritasi, biasanya disebabkan oleh zat kimia atau benda asing (debu, dan lain-lain). Usaha untuk membersihkan benda asing atau zat kimia ini menyebabkan mata menjadi merah dan mengalami iritasi. Keadaan ini memberikan gejala pengeluaran air mata, yang biasanya akan berhenti dengan sendirinya dalam waktu 1 hari.

Faktor-faktor resiko terjadinya konjungtivitis, antara lain:

  1. Bersentuhan dengan benda yang menyebabkan alergi;
  2. Bersentuhan dengan penderita konjungtivitis virus dan bakteri;
  3. Mengunakan lensa kontak, sehingga mata dapat memberikan reaksi peradangan mata.

 

PENGOBATAN

Anjuran yang mesti dilakukan sebelum berobat ke dokter:

  1. Stop menggunakan lensa kontak;
  2. Cuci tangan sesering mungkin untuk mengurangi kemungkinan penularan kepada orang lain;
  3. Jangan meminjamkan handuk kepada orang lain.

 

Pengobatan Konjungtivitis Virus

Tidak ada obat khusus untuk mengatasi keadaan ini. Penyakit ini sering dimulai dari satu mata dan menyebar ke mata yang lain dalam beberapa hari. Penyakit ini dapat sembuh dengan sendirinya secara berangsur-angsur. Pemberian obat anti virus mungkin diberikan oleh dokter bila ternyata diketahui penyakit ini disebabkan oleh Herpes zoster virus.

Pengobatan Konjungtivitis Bakteri

Bila penyakit ini disebabkan oleh bakteri, maka dokter akan memberikan pengobatan tetes mata yang mengandung antibiotika. Infeksi akan sembuh dalam beberapa hari. Salep mata antibiotika biasanya diberikan untuk penderita anak-anak. Pemberian Salep mata lebih mudah diberikan kepada anak-anak dari pada pemberian tetes mata. Meskipun demikian, pemberian salep mata akan membuat penglihatan kabur selama 20 menit setelah diberikan.

Pengobatan Konjungtivitis Zat Kimia

Keadaan ini diatasi dengan  pencucian pada larutan larutan ringer laktat atau cairan Garam fisiologis (NaCl 0,8%). Luka karena zat kimia, terutama akibat bahan Alkali, merupakan keadaan gawat darurat karena dapat menimbulkan kecacatan mata dan kerusakan di dalam bola mata. Penderita dengan konjungtivitis zat kimia ini tidak boleh menyentuh mata yang sakit karena dikhawatirkan dapat menyebar ke mata yang lainnya.

Pengobatan Konjungtivitis Alergi

Pada keadaan ini, dapat diberikan bermacam obat untuk mengatasi keadaan alergi penderita, termasuk pemberian obat seperti tablet Anti Histamin, obat untuk mengatasi kedaan peradangan seperti Decongestan, obat steroid dan tetes mata yang mengandung anti peradangan. Penyakit dapat diredakan dengan menghindari penyebab keadaan alergi, bila memungkinkan dan diketahui penyebabnya.

Untuk mengurangi gejala konjungtivitis, ada beberapa hal yang dapat dilakukan di rumah, seperti:

  1. Berikan kompres kepada mata dengan menggunakan kain bersih yang telah dibasahi dengan air bersih. Bila terdapat mata merah pada satu mata, jangan pergunakan kain itu untuk mengompres mata yang lainnya. Hal ini perlu dilakukan untuk mengurangi resiko penyebaran mata merah.
  2. Cobalah obat tetes mata. Obat tetes mata yang dijual di toko farmasi (yang disebut tetes mata buatan) dapat mengurangi gejala mata merah. Beberapa tetes mata mengandung Anti histamin atau zat lain yang dapat membantu keadaan konjungtivitis akibat alergi.
  3. Hentikan penggunaan lensa kontak. Bila menggunakan lensa kontak, maka berhentilah dahulu memakainya sebelum mata terasa nyaman kembali. Waktu yang diperlukan untuk melepas lensa konak ini tergantung dari penyebab konjungtivitis yang diderita.

 

Untuk menghindari penyebaran konjungtivitis, perlu dilakukan tindakan seperti:

  1. Jangan menyentuh mata dengan tangan;
  2. Cuci tangan seserring mungkin;
  3. Gunakan handuk dan kain pembersih muka yang bersih setiap hari;
  4. Jangan meminjamkan handuk atau kain pembersih muka;
  5. Gantilah sarung bantal lebih sering;
  6. Jangan menggunakan kosmetik untuk mata, misalnya mascara;
  7. Jangan meminjamkan kosmetik untuk mata atau peralatan mata pribadi kepada orang lain.

 

Pencegahan konjungtivitis pada bayi baru lahir juga perlu dilakukan. Mata bayi yang baru lahir sangat peka terhadap bakteri yang secara normal berada di dalam jalan lahir Ibu. Bakteri ini tidak menyebabkan gangguan kepada Ibu. Pada keadaan yang jarang terjadi, bakteri ini dapat menyebabkan konjungtivitis yang disebut sebagai Ophthalmia neonatorum, yang membutuhkan pengobatan dengan segera. Oleh karena itu, segera setelah dilahirkan, mata bayi diberikan salep mata Antibiotika untuk mencegah infeksi mata.

 
KONJUNGTIVITIS Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Artikel Kesehatan Mata

Konjungtivitis adalah suatu peradangan atau infeksi selaput transparan yang berada di permukaan dalam kelopak mata dan yang mengelilingi bola mata bagian luar. Bila pembuluh darah halus yang berada dalam konjunctiva meradang, maka pembuluh darah ini akan nampak. Itulah sebabnya mengapa bola mata yang berwarna putih menunjukkan warna merah (mata merah). Meskipun mata merah ini mengalami iritasi, hal ini jarang mempengaruhi penglihatan. Pengobatan yang diberikan dapat menghilangkan rasa tidak nyaman pada mata merah ini. Oleh karena mata merah ini dapat menular kepada mata orang lain, maka diagnosis dini dan pengobatan dapat mengurangi penyebaran mata merah. Mata merah dapat disebabkan oleh adanya infeksi dengan virus, bakteri, zat kimia, benda asing atau reaksi alergi. Orang yang memakai lensa kontak harus berhenti memakainya segera setelah menunjukkan  gejala awal mata merah ini.

GEJALA

Mata merah memperlihatkan adanya:

  1. Kemerahan pada satu mata atau kedua mata;
  2. Rasa gatal pada satu mata atau kedua mata;
  3. Rasa mengganjal pada satu mata atau kedua mata;
  4. Pengeluaran kotoran mata dari satu mata atau kedua mata yang dapat membentuk kerak pada malam hari sehingga pada pagi pagi hari kelopak mata tidak dapat dibuka;
  5. Pengeluaran air mata;
  6. Reflex pupil (anak mata) masih normal;
  7. Ketajaman penglihatan masih normal.

 

Mata merah harus segera diobati. Mata merah dapat menular kepada orang lain selama 2 minggu setelah dimulai adanya gejala-gejala. Diagnosis dini dan pengobatan secepatnya dapat melindungi penularan terhadap orang lain.

PENYEBAB

Penyebab mata merah adalah:

  • Virus,
  • Bakteri,
  • Alergi,
  • Zat Kimia,
  • Benda asing,
  • Saluran air mata yang tersumbat (pada bayi baru lahir).

 

Konjungtivitis yang disebabkan oleh virus dan bakteri dapat menyerang satu atau dua mata sekaligus. Konjungtivitis virus biasanya menghasilkan kotoran mata yang berbentuk cair. Konjungtivitis bakteri sering menghasilkan kotoran mata yang lebih kental dan berwarna kuning kehijauan.

Kedua jenis konjungtivitis ini dapat terjadi bersamaan dengan flu atau dengan gejala saluran pennafasan, seperti nyeri tenggorokan. Kedua konjungtivitis ini sangat menular. Penyakit ini menyebar secara langsung atau tidak langsung setelah bersentuhan dengan kotoran mata penderita. Penyakit ini dapat menyerang segala usia, baik anak-anak maupun dewasa. Namun konjungtivitis bakteri lebih sering terjadi pada penderita anak-anak.

Konjuntivitis yang disebabkan oleh alergi dapat mengenai kedua mata sebagai respon adanya reaksi alergi terhadap serbuk sari bunga. Sebagai respon terhadap benda penyebab alergi (alergen), tubuh akan membentuk zat kekebalan (antibodi) yang disebut sebagai Imunoglobulin E (IgE). Zat kekebalan ini akan merangsang sel yang ada dalam selaput lendir mata dan saluran nafas untuk melepaskan zat penyebab peradangan termasuk zat Histamin.

Bila terdapat keadaan konjungtivitis alergi, maka akan timbul gejala rasa gatal, pengeluaran air mata, mata yang meradang, bersin dan hidung berlendir pada penderita. Pada umumnya, konjungtivitis alergi dapat diatasi dengan pemberian obat tetes mata yang mengandung obat anti alergi.

Bagi konjungtivitis akibat iritasi, biasanya disebabkan oleh zat kimia atau benda asing (debu, dan lain-lain). Usaha untuk membersihkan benda asing atau zat kimia ini menyebabkan mata menjadi merah dan mengalami iritasi. Keadaan ini memberikan gejala pengeluaran air mata, yang biasanya akan berhenti dengan sendirinya dalam waktu 1 hari.

Faktor-faktor resiko terjadinya konjungtivitis, antara lain:

  1. Bersentuhan dengan benda yang menyebabkan alergi;
  2. Bersentuhan dengan penderita konjungtivitis virus dan bakteri;
  3. Mengunakan lensa kontak, sehingga mata dapat memberikan reaksi peradangan mata.

 

PENGOBATAN

Anjuran yang mesti dilakukan sebelum berobat ke dokter:

  1. Stop menggunakan lensa kontak;
  2. Cuci tangan sesering mungkin untuk mengurangi kemungkinan penularan kepada orang lain;
  3. Jangan meminjamkan handuk kepada orang lain.

 

Pengobatan Konjungtivitis Virus

Tidak ada obat khusus untuk mengatasi keadaan ini. Penyakit ini sering dimulai dari satu mata dan menyebar ke mata yang lain dalam beberapa hari. Penyakit ini dapat sembuh dengan sendirinya secara berangsur-angsur. Pemberian obat anti virus mungkin diberikan oleh dokter bila ternyata diketahui penyakit ini disebabkan oleh Herpes zoster virus.

Pengobatan Konjungtivitis Bakteri

Bila penyakit ini disebabkan oleh bakteri, maka dokter akan memberikan pengobatan tetes mata yang mengandung antibiotika. Infeksi akan sembuh dalam beberapa hari. Salep mata antibiotika biasanya diberikan untuk penderita anak-anak. Pemberian Salep mata lebih mudah diberikan kepada anak-anak dari pada pemberian tetes mata. Meskipun demikian, pemberian salep mata akan membuat penglihatan kabur selama 20 menit setelah diberikan.

Pengobatan Konjungtivitis Zat Kimia

Keadaan ini diatasi dengan  pencucian pada larutan larutan ringer laktat atau cairan Garam fisiologis (NaCl 0,8%). Luka karena zat kimia, terutama akibat bahan Alkali, merupakan keadaan gawat darurat karena dapat menimbulkan kecacatan mata dan kerusakan di dalam bola mata. Penderita dengan konjungtivitis zat kimia ini tidak boleh menyentuh mata yang sakit karena dikhawatirkan dapat menyebar ke mata yang lainnya.

Pengobatan Konjungtivitis Alergi

Pada keadaan ini, dapat diberikan bermacam obat untuk mengatasi keadaan alergi penderita, termasuk pemberian obat seperti tablet Anti Histamin, obat untuk mengatasi kedaan peradangan seperti Decongestan, obat steroid dan tetes mata yang mengandung anti peradangan. Penyakit dapat diredakan dengan menghindari penyebab keadaan alergi, bila memungkinkan dan diketahui penyebabnya.

Untuk mengurangi gejala konjungtivitis, ada beberapa hal yang dapat dilakukan di rumah, seperti:

  1. Berikan kompres kepada mata dengan menggunakan kain bersih yang telah dibasahi dengan air bersih. Bila terdapat mata merah pada satu mata, jangan pergunakan kain itu untuk mengompres mata yang lainnya. Hal ini perlu dilakukan untuk mengurangi resiko penyebaran mata merah.
  2. Cobalah obat tetes mata. Obat tetes mata yang dijual di toko farmasi (yang disebut tetes mata buatan) dapat mengurangi gejala mata merah. Beberapa tetes mata mengandung Anti histamin atau zat lain yang dapat membantu keadaan konjungtivitis akibat alergi.
  3. Hentikan penggunaan lensa kontak. Bila menggunakan lensa kontak, maka berhentilah dahulu memakainya sebelum mata terasa nyaman kembali. Waktu yang diperlukan untuk melepas lensa konak ini tergantung dari penyebab konjungtivitis yang diderita.

 

Untuk menghindari penyebaran konjungtivitis, perlu dilakukan tindakan seperti:

  1. Jangan menyentuh mata dengan tangan;
  2. Cuci tangan seserring mungkin;
  3. Gunakan handuk dan kain pembersih muka yang bersih setiap hari;
  4. Jangan meminjamkan handuk atau kain pembersih muka;
  5. Gantilah sarung bantal lebih sering;
  6. Jangan menggunakan kosmetik untuk mata, misalnya mascara;
  7. Jangan meminjamkan kosmetik untuk mata atau peralatan mata pribadi kepada orang lain.

 

Pencegahan konjungtivitis pada bayi baru lahir juga perlu dilakukan. Mata bayi yang baru lahir sangat peka terhadap bakteri yang secara normal berada di dalam jalan lahir Ibu. Bakteri ini tidak menyebabkan gangguan kepada Ibu. Pada keadaan yang jarang terjadi, bakteri ini dapat menyebabkan konjungtivitis yang disebut sebagai Ophthalmia neonatorum, yang membutuhkan pengobatan dengan segera. Oleh karena itu, segera setelah dilahirkan, mata bayi diberikan salep mata Antibiotika untuk mencegah infeksi mata.

 
Kunjungan Keluarga Dr. Yap Hong Tjoen Ke Yogyakarta Dalam Rangka Yap Award 2014 Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Berita dan Kegiatan

 
Pelantikan Jajaran Direksi Baru Periode 2014 - 2019 RS Mata “Dr. Yap” Yogyakarta Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Berita dan Kegiatan

Pada hari Senin, 3  November 2014, bertempat di Aula Lt. 2 RS Mata “Dr. Yap”, dilangsungkan Pelantikan Direksi baru periode 2014 - 2019. Pelantikan ini dilakukan oleh Ketua Yayasan Dr. Yap Prawirohusodo GBPH Prabukusumo dan dihadiri oleh para undangan antara lain, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DIY, Kepala BPJS DIY, Direktur RS Panti Rapih, dan Direktur Utama RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta beserta beberapa tamu undangan perwakilan rumah sakit lainnya di wilayah DIY. Selain itu juga dihadiri oleh para tamu undangan dari yayasan, rekanan Media serta karyawan rumah sakit mata “Dr. Yap”. Jajaran direksi baru yang dilantik ;

1.      Direktur : dr. Enny Cahyani Permatasari, Sp.M.,M.Kes

2.      Wakil Direktur Umum dan Keuangan : Linda Dimyati, S.Si, MM, Apt

3.      Wakil Direktur Pelayanan dan Pendidikan : dr. Rastri Paramita, Sp.M

Menggantikan Jajaran Direksi Lama;

1.      Direktur : dr. Nunuk Maria Ulfah, Sp.M.,M.Kes

2.      Wakil Direktur Umum dan Keuangan : Linda Dimyati, S.Si, MM, Apt

3.      Wakil Direktur Pelayanan dan Pendidikan : dr. Enny Cahyani Permatasari, Sp.M.,M.Kes.

Semoga dengan terlaksananya kegiatan pelantikan jajaran direksi baru periode 2014 - 2019, rumah sakit dapat berkembang maju dalam mencapai visi dan misi rumah sakit.

 

 
Kegiatan Pelatihan Penanggulangan Kebakaran, Kewaspadaan Bencana dan Evakuasi di RS Mata “Dr. Yap” Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Berita dan Kegiatan

Pada hari Minggu, 21 September 2014, RS Mata “Dr. Yap” menyelenggarakan kegiatan pelatihan penanggulangan kebakaran, kewaspadaan bencana dan evakuasi yang diikuti oleh karyawan RS Mata “Dr. Yap” yang terdiri dari petugas medis, petugas non medis dan rekanan rumah sakit di RS Mata “Dr. Yap”. Dalam pelatihan ini, Peserta dibekali  langkah-langkah penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), Cara-cara mematikan api mula, tindakan penanggulangan yang harus dilakukan ketika terjadi kebakaran hingga proses evakuasi korban kebakaran. Dalam pelatihan ini seluruh karyawan begitu antusias mengikutinya terlebih dari kagiatan ini seluruh peserta pelatihan mendapatkan manfaat yang luar biasa mengingat pentingnya pelatihan ini khususnya dalam mengantisipasi dan menanggulangi kebakaran yang terjadi. Semoga pelatihan ini dapat semakin menambah pengetahuan baru bagi seluruh karyawan sehingga dapat bermanfaat juga di lingkungan masyarakat.

 
Libur Bersama Seluruh Karyawan RS Mata “Dr. Yap” Dalam Rangka Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Berita dan Kegiatan

Sehubungan hari Rabu 9 Juli 2014 adalah hari pemilihan umum presiden dan wakil presiden, maka pelayanan rumah sakit mata “Dr. Yap” libur, pelayanan gawat darurat mata tetap buka selama 24 jam.

Kamis 10 Juli 2014 Rumah Sakit Mata “Dr. Yap” kembali melayani pelayanan kesehatan mata seperti biasa. Terimakasih.

 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Selanjutnya > Akhir >>

Hasil 1 - 7 dari 149
Advertisement
Advertisement
Konsultasi
Komentar Pengunjung
Komentar terbaru dari pengunjung :
Pendaftaran Pasien (223 komentar) Sunday, 29 March 2015
JADWAL DOKTER PRAKTEK (52 komentar) Thursday, 26 March 2015
Glaukoma (708 komentar) Saturday, 21 March 2015
Lensa Kontak (174 komentar) Monday, 16 March 2015
Jogja Lasik Center (723 komentar) Monday, 16 March 2015
AKSES TRANSPORTASI KE RS MATA "Dr. YAP" (22 komentar) Wednesday, 04 March 2015
PENGAMBILAN DONOR CANGKOK KORNEA (10 komentar) Sunday, 01 March 2015
Survei
Bagaimanakah kualitas pelayanan RS Yap?
 
Newsfeed
© 2015 Rumah Sakit Mata Dr. Yap
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.